Selasa, 03 Maret 2015

Hikayat Kebangkitan Sejati

Sampul film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck



Sampul novel karya Buya Hamka

                Tenggelamnya Kapal Van der Wijck adalah film drama romantis Indonesia yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films dan dirilis tanggal 19 Desember 2013. Film ini diadaptasi dari novel mahakarya sastrawan sekaligus budayawan H. Abdul Malik Karim Abdullah/Hamka. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck disutradarai sekaligus diproduseri oleh Sunil Suraya dan co produsernya adalah Ram Soraya. Penulis skenario film ini adalah Donny Dhirgantoro, Imam Tantowi, Riheam Junianti dan Sunil Soraya dengan memakan waktu 2 tahun lamanya. Film ini adalah film termahal biaya produksinya yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films dan termasuk film dengan masa tayang terpanjang dalam sejarah film Indonesia.
                Film ini menghabiskan waktu 5 tahun untuk proses produksinya dengan proses penyuntingan 6 bulan dan menghasilkan film berdurasi 2 jam 49 menit. Penulis skenario film ini melakukan riset yang mendalam dalam menulis skenarionya seperti mulai dari memperhatikan kapalnya hingga adat Minang, latar serta properti seperti mobil, baju dan barang-barang era 1930-an juga.
                Aktris dan aktor yang berperan dalam film ini adalah Pevita Pearce (Rangkayo Hayati), Herjunot Ali (Zainuddin), Reza Rahadian (Aziz), Randy Danistha (Muluk), Arzetti Bilbina (Ibu Muluk), Kevin Andrean (Sophian) Jajang C. Noer (Mande Jamilah), Niniek L. Karim (Mak Base), Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuro (Datuk Hayati), Gesya Shandy (Khadijah), Femmy Prety, Dewi Agustin, dll.

Cuplikan adegan saat Zainuddin dan Hayati bertemu

                Awal mulanya film ini berlatarkan tahun 1930an di tanah Makasar. Zainuddin pergi berlayar ke kampung halaman Ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Sesampainya ia di sana, ia bertemu seorang gadis cantik yang bernama Hayati. Mereka berdua saling jatuh cinta namun adat-istiadat meruntuhkan cinta mereka. Zainuddin orang yang tidak mapan dan tidak bersuku sedangkan Hayati adalah gadis Minang yang santun dan keturunan bangsawan. Adat Minang bernasabkan garis keturunan ibu, sedangkan Zainuddin memiliki seorang ibu berdarah Bugis bukan Minang. Pada adegan atau cerita ini dapat kita lihat jelas bahwa pada zaman dahulu Indonesia masih berpegang teguh pada adat-istiadat yang berlaku disetiap daerah dan tidak bisa diganggugugat oleh apapun.
                Zainuddin sudah terlanjur mencintai Hayati sehingga dia memutuskan untuk melamar Hayati namun ditolak oleh keluarga Hayati. Hayati dipaksa menikah dengan Aziz yaitu kakak Khadijah (Teman baik Hayati) karena dia lebih terpandang daripada Zainuddin. Zainuddin merasa tersakiti dan memilih untuk merantau ke Surabaya untuk melupakan kepedihannya dan membuka lembaran hidup baru. Zainuddin selalu menuangkan pengalamannya dalam lembaran-lembaran kertas yang kemudian cerita pengalamannya membawa ia ke gerbang kesuksesan. Dia menjadi orang yang terkenal di seluruh Nusantara karena karya tulis indah yang ia buat. Pada cerita ini dapat kita lihat bahwa keterpurukan karena cinta dapat membuahkan sebuah kesuksesan apabila kita bangkit dan menganggap itu positif.
                Zainuddin pergi merantau dengan tujuan melupakan Hayati, namun tanpa disangka mereka bertemu di sebuah pertunjukan tetapi Hayati datang bersama suaminya, Aziz. Aziz, suami Hayati adalah lelaki yang mapan namun tak disangka Aziz mengalami kebangkrutan karena terlilit hutang dimana-mana dan terpaksa bertempat tinggal bersama dengan Zainuddin. Karena merasa malu, Aziz pun pergi merantau untuk mencari pekerjaan tanpa membawa Hayati.
                Aziz merasa bersalah karena Zainuddin sehingga ia nekat untuk mengakhiri hidupnya dan melepas Hayati sebagai istrinya. Zainuddin pun meminta Hayati untuk pulang kampung ke halamannya, yaitu “Tanah Minangkabau yang kaya dengan adat, yang tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas” karena ia tertelan amarahnya. Hayati pulang dengan Kapal Van der Wijck dan di tengah perjalanan, kapal tersebut tenggelam. Zainuddin mengetahui berita tersebut dan menyesal karena telah melepas Hayati untuk yang kedua kalinya. Namun, keterpurukan tersebut membuat ia bangkit kembali dan tetap melanjutkan hidupnya denga terus berkarya.
                Film ini menonjolkan kekayaan budaya Indonesia yaitu adat-istiadat, bahasa, pakaian, dll. Selain itu, latar dan cara pemain memainkan perannya menggambarkan era 1930-an. Pemain memerankan perannya dengan penuh penghayatan yang membuat penonton pun dapat terbawa suasana seolah-olah hadir dalam film tersebut. Namun sayang, dibalik kesuksesan film ini terdapat sedikit kekurangan yaitu bahasa yang agak sulit dimengerti, durasi film yang terlalu lama, tidak terlalu menonjolkan apa yang menjadi judul filmnya (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck), dan tidak terlihat penyebab kapal Van der Wijck tenggelam.
                Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck yang merupakan adaptasi dari novel karya Buya Hamka ini memberikan pesan moral yang sangat luar biasa. Film ini dapat menjelaskan kembali bagaimana kentalnya kebudayaan Indonesia dimasa lampau, dapat memotivasi anak muda untuk selalu hadapi masalah dan bangkit dari keterpurukan, serta dapat mengenalkan pada masyarakat tentang kemahsyuran bangsa Indonesia zaman dahulu.

Trailer Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Dimohon komentarnya ya teman-teman, terimakasih sudah membaca dan mengomentarinya:) 

Source by:
http://id.wikipedia.org/wiki/Tenggelamnya_Kapal_Van_der_Wijck_%28film%29




42 komentar:

  1. gimana bisa sesingkat ini mi ajarin guee, punya gue panjang banget kayak cerbung wkwk. bagus miii

    BalasHapus
  2. bagus mi..singkat,padat, tapi jelass

    BalasHapus
  3. Terlalu singkat di tafsiran isi membuat pembaca agak sedikit bingung membacanya. Tapi selebihnya saya dapat memahami apa yg anda tulis. Cukup bagus

    BalasHapus
  4. Baguuus. Tapi mungkin di tafsirannya kurang dijelasin sedikit

    BalasHapus
  5. bagus mi cuma mungkin bagian sinopsisnya bisa lebih di ulas sedikit lagi

    BalasHapus
  6. Bahasa yang digunakan keren miaa

    BalasHapus
  7. Bahasa nya jelas mi. Insya Allah udah perfect ini mah

    BalasHapus
  8. singkat padat jelas dan gambalang penjelasannya .. keren !

    BalasHapus
  9. Bagus Nam reviewnya. Lengkap sesuai dengan strukturnya.....

    BalasHapus
  10. Bagus mi bahasanya mudah dipahami. Tp tafsiran isinya agak kurang banyak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas komentar dan sarannya:)

      Hapus
  11. Bagus mi. Singkat, jelas, padat, jadi mudah dipahami

    BalasHapus
  12. Bagus mii.. Bahasanya keren

    BalasHapus
  13. Sinopsisnya kurang tp overall bagus kok

    BalasHapus
  14. Mungkin tambahin sedikit lagi tafsirannya mi. Tapi udah kereen apalagi bahasa yang dipergunakan

    BalasHapus
  15. wow1 detail bngt mi tapi singkat.. bagus :)

    BalasHapus
  16. Terlalu singkat mi. Mungkin kalau ditingkatkan lagi menjadi lebih bagus dan baik:)semangat!

    BalasHapus
  17. Secara keseluruhan bagus mi. Detail banget:)

    BalasHapus